Ramadhan : sebuah pertemuan yang indah

Segala puji hanya milik Allah, dengan nikmat-Nya segala bentuk kebaikan menjadi sempurna. Salawat dan salam semoga tercurah kepada utusan Allah, yang membawa petunjuk dan agama yang haq, rahmat bagi seluruh alam, dan panduan hidup semua manusia, iaitu teladan dan imam kita, Muhammad SAW, keluarganya, para sahabatnya, dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan taat hingga hari kiamat.

Alhamdulillah, dalam keadaan yang sangat sibuk, akhirnya diberikan kesempatan untuk menulis di alam maya ini setelah beberapa bulan tidak sempat untuk menulis. Idea di lautan, tubuh badan di daratan. Semoga Allah berikan kesempatan kepada kita untuk melakukan amal kebaikan di atas bumi yang kian mencabar ini.. Mudah2an kehidupan kita sebagai seorang hamba yang hanya menumpang di atas dunia ini di rahmati Allah SWT..


Imam Tirmidzi pernah meriwayatkan (hadith hasan) dari Thalhah bin Ubaidah ra. bahawa Nabi saw apabila melihat hilal(bulan), beliau berdoa,

"Ya Allah, jadikanlah hilal itu petunjuk bagi kami dengan aman, keimanan, keselamatan dan Islam, Tuhanku dan Tuhanmu adalah Allah wahai hilal pembawa petunjuk dan kebaikan"

Sesungguhnya inilah pertemuan dengan kekasih...

Kita menantinya...
Kita mempersiapkannya..
Kita menyambutnya..

Imam Al-Ghazali di dalam buku Ihya Ulumuddin menyebutkan 6 kewajiban dengan judul "Kewajiban2 Menyambut Ramadhan," iaitu,

1) Memantau datangnya bulan dengan melihat hilal
2) Niat
3) Berhenti dari makan dan minum secara sengaja
4) Berhenti dari jima'
5) Berhenti dari istimna
6) Berhenti dari muntah dengan sengaja

Dan kita pun Berjumpa..

Ketika seseorang berjumpa dengan kekasihnya, hal yang dibayangkan adalah keindahannya dan yang ada dalam benaknya adalah keutamaanya.

1) Imam muhadditsin yang lima kecuali Abu Dawud meriwayatkan bahawa Rasulallah saw bersabda,

"Ketika masuk malam pertama bulan Ramadhan, berserulah malaikat,'Wahai pembangkang kebaikan datanglah, wahai pembangkang kejahatan pendekkanlah, sesungguhnya kekuasaan Allahlah menyelamatkan seseorang dari api neraka.' Demikianlah setiap malam."

2) Imam Bukhari meriwayatkan dari Abu Hurairah ra bahawa Rasulallah saw bersabda,

"Apabila masuk bulan Ramadhan, dibuka pintu-pintu langit(dalam satu riwayat pintu-pintu syurga) dan dikunci pintu-pintu neraka, dan syaitan-syaitan dibelenggu."

Dalam hadis ini seolah-olah Allah swt ingin menyatakan bahawa selalu saja apabila manusia berbuat kesesatan atau kejahatan, ia beralasan bahawa yang menggodanya adalah syaitan. maka ketika Allah swt mengatakan Ia membelenggu syaitan pada bulan Ramadhan, tidak ada lagi alasan bagi manusia untuk menyalahkan pihak lain selain dirinya sendiri. Maka tugasnya saat itu adalah memerangi dirinya sendiri.

"Dan jiwa serta penyempurnaanya (ciptaannya), maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketaqwaan, sesungguhnya beruntunglah orang yang menyucikan jiwa itu, dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya." (asy-Syams: 7-10)


3) Al-Baihaqi meriwatkan dari Jabir ra bahawa Rasulallah saw bersabda,

"Telah datang kepada kalian bulan Ramadhan, bulan yang penuh barakah, Allah menaungi kalian padanya maka Allah menurunkan rahmat dan menghapuskan dosa-dosa dan mengijabah doa-doa dan Allah melihat berlumbanya kalian dalam berbuat baik dan mengutus para malaikat kepada kalian maka mereka memperlihatkan kepada Allah kebaikan-kebaikan dari diri kalian, sesungguhnya menjauhi apa yang diharamkan di bulan itu merupakan rahmat dari Allah swt.."

Imam Hasan Al-Basri, seorang tabi'n besar, mengertikan hadith ini dengan mengatakan,

"Sesungguhnya Allah azza wa jalla menjadikan Ramadhan sebagai arena perlumbaan, maka kaum muslimin berlumba dengan melakukan ketaatan untuk mendapatkan keredhaanNya. Menanglah suatu kaum dan kaum yang lain terkalahkan, maka mereka merugi."

4) Ketika Alah swt menyebut Bulan Ramadhan di dalam Al-Quran ayat itu didekatkan dengan turunnya Kalamullah Al-Quran,

"..bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al-Quran sebagai petunjuk bagi manusia..." (Al-Baqarah: 185)

Allah swt menjelaskan bahawa Dia menurunkan Al-Quran pada malam yang penuh berkah,

"Sesungguhnya kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkahi..."(Ad-Dukhaan: 3)

Dan Allah menetapkan malam yang penuh berkah ini sebagai lailatul qadr,

"Sesungguhnya Kami telah menurunkannya(Al-Quran) pada malam kemuliaan (lailatul qadr)." (Al-Qadr:1)


5) Imam Bukhari meriwayatkan dari Abu Hurairah ra bahawa Rasulallah saw bersabda,

"Siapa yang berdiri untuk Solat di malam Lailatul Qadr kerana keimanan dan mengharapkan keredhaan Allah, diampuni kesalahannya yang telah lalu."

6) Imam Bukhari meriwayatkan dari Abu Hurairah ra bahawa Rasulallah saw bersabda,

"Siapa yang puasa pada bulan Ramadhan kerana keimanan dan mengharapkan keredhaan Allah swr, diampuni kesalahannya yang telah lalu."

Imam al-Maraghi berkata, "Dalam bulan Ramadhan ada 2 kenikmatan, iaitu nikmat Al-Quran dan nikmat puasa. Nikmat ilmu, cahaya dan hidayah di dalam Al-Quran, serta nikmat puasa sebagai sarana diterimanya limpahan ini."


Demikianlah kita mengangankan kebaikan dan keutamaan kekasih menjelang pertemuan dengannya. Ketika waktunya telah tiba, hati kita bergelora dengan kegembiraan yang diekspresikan melalui kata-kata yang indah dan menawan.

Namun, betapa banyak kebaikan dalam puasa yang hilang begitu saja kerana ghibah , namimah atau bahkan bicara sana-sini.

Betapa banyak kebaikan dalam solat yang hilang kerana lebih memilih menonton TV, Facebook, Movie dan sebagainya.

Betapa banyak kebaikan di dalam Al-Quran yang hilang kerana kesombongan yang datang dalam diri.

Kami teringat dengan air mata kami yang tercucur saat kami berpisah denganmu tahun yang lalu, kami bertekad untuk memperbaiki semuanya di tahun ini. Kami akan mengganti apa yang luput dari kami tahun lalu.

InsyaAllah..
Category: ,
Reactions: 

0 tautan hati: