Menimbun Ilmu, Kubangan kefasikan..?

Saat kita merasa pandai, saat itulah kita berhenti belajar, dan saat itulah ilmu di cabut. Selesai sudah!

"Maka apabila manusia di timpa bahaya, ia menyeru Kami. Kemudian apabila kami berikan padanya nikmat dari kami, ia berkata, 'sesungguhnya aku diberi nikmat itu hanyalah sebab kepintaranku' sebenarnya itu adalah ujian, tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui"
(Az Zumar : 49)



Rasulallah SAW mempunyai sifat Fathonah. Ini cerdas segala cerdas! Tetapi sifat ini di ikuti sifat berikutnya. Tabligh, menyampaikan. Menimbun ilmu terkadang lebih berbahaya daripada tidak berilmu sama sekali. Menimbun ilmu adalah kubangan kefasikan. Pernah dengar kisah Bal'am ibn Bauraa? Dia ulama dari kaum Musa AS. Tetapi Al-Quran menyebutnya anjing, didiamkan menjulurkan lidah, dihalaupun sama.

Fusuq, sifat mencari-cari celah ketika berilmu.

"Dan tiada sama antara dua laut. Yang ini tawar, segar, sedap diminum. Sedang yang lainnya Masin lagi pahit.."(Fathir 12)

Ada 2 buah laut di Palestin. yang satu segar dan banyak ikannya. Tepinya kaya akan kehijauan. pohon-pohon menjulurkan cecabang di atasnya, sementara akar2nya yang haus menyerap airnya yang menyembuhkan.

Sungai Jordan menjadikan laut ini dengan air pergunungan yang berkilauan. Maka ia tampak tertawa saat di timpa sinaran mentari. Ramai orang membangunkan rumahnya berdekatan sungai ini, dan beburung menata sarangnya di atas pepohonan tepiannya. Seakan, tiap jenis kehidupan menjadi lebih bahagia berkat sungai ini.

Sungai Jordan mengalir terus ke selatan.., ke laut yang lain.

Di sini, tiada ikan berkeriapan, tiada daun melambai menggoda, tak ada cericit dan kicau beburung, tak ada tawaria anak-anak. Para pelancong pasti memilih rute lain, kecuali ia punya urusan yang sangat mendesak. Udara diatas airnya berat. Manusia, binatang apapun, dan unggas takkan meminum airnya.

Jadi apa yang membuatnya berbeza? Dua laut yang berdekatan ini, apa yang buat mereka berbeza? Tentu bukan sungai Jordan. Ia mengalirkan air yang samabaiknya kepada kedua laut ini. Bukan tanahnya. Juga bukan negara dimana kedua laut ini terletak.

Inilah bezanya. Laut Galilea menerima tetapi ia tidak menyimpannya. Ia tidak menahan air dari sungai Jordan. Untuk setiap titis yang mengalir kedalamnya, ada setitis yang mengalir keluar. Ia memberi dan menerima. Ia berbagi. Seimbang...

Laut yang satunya lebih culas. Ia menimbun pemasukannyadengan serakah. Ia tiada pernah tergoda dorongan untuk bermurah hati. Setiap titisyang dorongan untuk bermurah hati. Setiap titis yang diterimanya, ia tahan. Ia simpan sebagai perbendaharaan.

Laut Galilea berbagi dan hidup. Laut yang satunya tak pernah memberi apa. Namanya Laut Mati. Ada dua jenis manusia di dunia. Ada dua laut di palestin...
(Bruce Barton, The Man Nobody Knows)

Mudah-mudahan kita dapat merenung sejenak, untuk menggali kecerdasan kita...

Betapa kecil manusia di tengah hamparan dunia
Kerugian lah bagi mereka yang tiada bersyukur
mentafakurinya
Bilakah hati manusia terbuka untuk Tuhannya
Kedamaianlah bagi mereka di saat jumpa denganNya
(suara persaudaraan : Terminal Alam)


^_^
Category: , , ,
Reactions: 

0 tautan hati: