Menuju Kedewasaan!

Dengan nama Allah yang maha pemurah lagi maha penyayang, Tuhan siang dan malam, Tuhan yang menjadikan susah dan senang untuk makhluk2nya menyedari akan hakikat sebenar kehidupan. Salawat dan salam tidak lupa kepada junjungan besar Baginda SAW, yang tidak pernah putus2 menyedekahkan segala harta, wang, tenaganya untuk kebaikan umatnya, demi kesejahteraan umatnya. Semoga dengan itu, umatnya tetap teguh dengan aturan2 Islam. Salam kasih dan sayang kjuga tidak lupa buat ahli keluarga Baginda, para sahabat serta sahabat dan sohibah yang dikasihi Allah SWT.

Mengapa terkadang kita mengeluh terhadap sesuatu hal yang tidak sesuai dengan pilihan kita? Menjadi tua itu pasti, menjadi dewasa itu pilihan. Seseorang secara alamiah akan didewasakan oleh alam, perubahan terus akan terjadi baik disedari mahupun tidak. Suatu proses pendewasaan . Banyak remaja yang mengatakan saya sedang mencari jati diri, “saya siapa?”, “saya dimana?”, “untuk apa saya hidup?”.

Perjalanan hidup memang memerlukan ruang dan waktu, definisi ruang terletak pada 3 dimensi sedangkan definisi waktu terletak pada 4 dimensi. Manusia dihadapkan pada suatu ruang 3 dimensi, dimana potensi yang berada dalam dirinya dari suatu panca indera bermain didalamnya, kita dapat melihat suatu kejadian di sekelilingnya, memandang, mendengar, mencium, meraba dan lain-lain. Semua itu memerlukan dimensi waktu, ini adalah dimensi keempat, ertinya suatu keadaan yang ditangkap oleh sistem komunikasi di dalam tubuh kita yang akan ditangkap oleh otak melalui ‘signaling’ tertentu, sistem alam yang canggih ini akan merakam apa yang sedang terjadi . Akhirnya kita dapat mendefinisikan masa lalu secara jelas, namun mendefinisikan masa depan secara abstrak. Hal ini yang masih terus dipelajari. Mungkin suatu saat melintasi ruang dan waktu merupakan hal yang tidak mustahil, dimana seseorang dapat mengambil hikmah dari suatu kejadian masa lampau dengan benar-benar menyaksikan secara langsung (bukan hasil rakaman otak kita) apa yang pernah dialami, dan dapat mengetahui sesuatu yang akan terjadi, persis seperti ‘lorong waktu’ yang terdapat dalam serial kartun Doraemon. Sungguh kehidupan yang kita jalani ketika ini mungkin akan dikatakan primitif oleh orang-orang masa depan, selayaknya kita menganggap primitif orang-orang masa lampau yang mendahului kita. Ertinya sesuatu itu akan berkembang, kerena kapasiti otak manusia tidak mampu mempelajari dan merakam keseluruhan ‘data’ yang ada di alam seluas ini. Hal yang dapat dilakukan hanyalah membuka mata, membuka hati. Mengapa waktu begitu berharga, karana sedetik pun dia tidak akan pernah kembali. Seorang bijak mengatakan waktu adalah kehidupan.

Ujian yang dialami oleh seseorang merupakan titik menuju suatu langkah awal dari adanya perubahan, minimal berubah dari suatu keadaan tertentu menuju keadaan lainnya dengan grade yang lebih tinggi. Wajar jika kita mengalami kesulitan, kerena itu adalah ‘sense’nya, suatu hukum alam, suatu sunatullah. Sederhananya cuba kita melakukan revolusi dari semula menulis dengan tangan kanan kemudian dipaksakan menulis dengan tangan kiri, yang menjadi pertanyaan, “bagaimana hasil tulisanmu sekarang?”, “seberapa cepat anda menulis?”, “seberapa besar tingkat kesulitan anda menulis?”, “senangkah anda dengan hal itu?”.

Manusia diciptakan dengan darjat yang paling mulia, mengapa? kerena ia diberi potensi untuk berfikir, mampu membezakan sesuatu, mampu memilih. Inilah anugerah sekaligus ujian terberat yang akan dialami, kerena segala sesuatunya akan ada risiko dan konsekuensi. Oleh kerana itu pula, manusia dikenal fungsinya sebagai khalifah, sebagai pengelola, kerana dia makhluk yang cerdas, pintar, suatu makhluk yang luar biasa, yang membezakannya dengan haiwan, tumbuhan, material-material di alam. Ya itu manusia, itu kita. Betapa suatu sistem di dalam tubuh kita itu amat sangat mempesona, suatu sistem yang akan sangat sulit dipelajari oleh manusia itu sendiri dan mustahil untuk didefinisikan, walaupun ilmu pengetahuan dan teknologi sudah berkembang, tapi apa semua sudah terjawab, saya sangat yakin, belum terjawab semua. Alasannya sangat sederhana kerana ilmu Allah itu luas, kompleks. Sayangnya tidak semua manusia diberi kemampuan untuk melihat jelasnya hitam dan putih, terangnya siang dan gelapnya malam. Potensi yang perlahan dimatikan oleh manusia itu sendiri.

Suatu hal yang menarik dengan adanya pernyataan ‘suatu sistem alam dimana segala sesuatunya bertasbih memuji Tuhannya. Bumi dan material didalamnya, angkasa yang luas hingga tak terdefinisikan adalah sistem alam tersebut, semua bertasbih, semua menjalankan fungsinya dengan baik, padahal mereka tak diberi potensi untuk berpikir, melakukan hal yang benar, yang tepat, yang alami. Dan kita sebagai manusia termasuk komponen dalam sistem alam, namun tidak semua manusia berjalan seiring sistem alam kerana tidak semua mengenal fungsi dirinya selayaknya komponen sistem alam lain yang secara tepat melakukan fungsinya, secara sederhana ketika manusia tidak berjalan seiringan dengan ketentuan Rabbnya, dia telah melepaskan diri dari sistem alam, dia memisahkan diri, mengasingkan dirinya. Jika bumi dan planet lain berotasi mengelilingi matahari, maka yang ‘memisahkan diri’ dapat diterjemahkan melakukan upaya berdiam diri atau jika ekstrim dia bergerak kearah yang berlawanan. Jika sistem peredaran tubuh manusia mampu mensupply oksigen sebagai zat yang diperlukan sel untuk hidup, maka si ‘memisahkan diri’ akan berhenti mensupply oksigen, atau jika hal yang ekstrim terjadi adalah mensupply toksik yang mematikan sel hidup.

Untuk mencegah hal itu, Allah perlahan-lahan membukakan pendengaran, penglihatan, dan hati agar kita dapat berjalan seiringan dengan sistem alam, dan itu mustahil tanpa proses. Ujian yang dialami manusia, perubahan yang terjadi adalah proses pendewasaan diri kita agar menyatu dengan sistem alam.

Wallahu’alam.^_^

Category: , , ,
Reactions: 

1 tautan hati:

An Nisaa' said...

Iya akhi.. kehidupan kita saban hari akan membawa kita menuju kedewasaan.. Jelas kita tidak akan dapat lari dari itu..Semoga hari-hari yang mendatang memberi sinar dalam menongkah arus yang mendatang..