Demi Allah, yahudi tidak akan pernah menang!

Segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam. Tidak ada satu makhlukpun didunia atau alam semesta yang layak dipuji selain Allah. Salawat dan Salam buat junjungan mulia, Rasulallah SAW, keluarga Baginda, Para sahabat, Muslimin dan Muslimat yang berjuang dijalanNya sehingga kehari ini.


Sedih! Cukup satu kata saja saya lontarkan untuk mengutuk sepak terajang agresif tentera2 Israel di Gaza, yang telah bermula sejak 2 tahun lalu. Sudah berapa ramai anak-anak, remaja-remaja dan ibu-ibu yang tidak bersalah telah menjadi korban keganasan tanpa batasan Zionis ini? Dan berapa lagi korban yang akan bergelimpangan di jalanan, bagaikan sisa tak bernyawa selayaknya makhluk yang mereka menganggap nista, hina dan tak layak untuk hidup.

Mereka pun hanya berdusta dengan mengucapkan penyesalan atas apa yang terjadi. tidak lebih. Meskipun sudah banyak korban tak berdosa dibunuh, Israel tidak pernah henti mengupgrade agresifnya dengan senjata mereka yang serba lengkap, super power, multicanggih, melawan rakyat Palestin yang hanya bersenjatakan batu. Batu yang kini menjadi lambang intifadoh rakyat palestin.

Sebenarnya bukan 2 tahun yang lalu Israel menjajah Palestina, sudah bertahun-tahun lamanya Israel menyerang Palestin. Hanya, baru kali ini tentera2 Israel benar-benar menunjukkan berang dan belangnya, semakin kalap bin sarap meluluh-lantakkan Gaza. Bahkan rakyat Israel sendiri, mengutuk serangan tentera2 pemerintahnya ke Gaza. Bukan hanya rakyat israel, malah seluruh kaum Yahudi di seluuh dunia turut menentang kebinatangan tentera2 Israel.

Kenapa..? kenapa hanya kaum Muslimin, saudara-saudara kita yang menjadi korban pelanggaran HAM(Hak Asasi Manusia) level tinggi yang dilakukan Israel. Kenapa Dunia hanya diam membisu, hanya bersaksi di depan, namun hanya sedikit yang bereaksi .

Diceritakan oleh seorang relawan Malaysia yang pernah melawati ke Kem pelarian berdekatan dengan Syria. Suatu hari ada seorang pemuda berusia 16 tahun mendatangi beliau dan bertanya. “Apakah kami ini menjadi beban bagi dunia Islam dan kaum Muslimin?”. Beliau diam tak menjawab, lalu remaja itu berkata lagi. Kalau memang kami ini menjadi beban bagi dunia Islam dan kaum Muslimin, dan keadaannya seperti sekarang, rasanya hanya ada satu jalan keluar.

"Bunuh saja kami dan biarkan kami binasa, agar hidup kami tidak lagi membebani hidup kalian. Setelah itu, dunia Islam dan kaum Muslimin boleh tidur dengan tenang…"

Seperti ada sesuatu yang menusuk kalbu relawan itu. Setelah mendengar pertanyaan dan kata-kata pemuda itu, katanya, berminggu-minggu beliau tak mampu melelapkan mata. Selalu saja terngiang-ngiang lagi di telinganya kata-kata pemuda Palestin itu. “Hati saya pilu, perih. Apakah benar kita tidak menginginkan keselamatan mereka dan apakah benar kita tidak mampu memberikan pertolongan yang MAKSIMA untuk mereka” tanyanya dalam keadaan sedih.

Mungkin kematian mereka sebahagian dari takdir yang telah ditetapkan. Tapi, apa sebutan bagi kita, yang memiliki sekian alasan untuk menutupi kelalaian dan ketidakberdayaan? “Tolonglah saudaramu yang dizalimi, atau yang menzalimi.” Begitulah sabda Rasulullah SAW. Menolong yang dizalimi dengan membela, dan menolong yang menzalimi dengan memberi peringatan keras kepadanya.

Ada sebuah pepatah Cina, “when you see the enemy, you will see a thousand of battle” rasanya tepat untuk menggambarkan situasi yang dialami dunia sekarang ini. Tapi jangan hanya melihat, mendengar, lalu diam kerana terlalu bingung melihat jumlah dan besarnya persoalan. Kemudian mulai mencari-cari alasan untuk tidak melakukan sesuatu dan menghindari masalah dengan berkata, “Apalah artinya orang kecil seperti saya?”

Katakan dengan berani pada diri kita sendiri, “Don’t give me a thousand of excuse to do nothing. Give me at least one reason to lift the burden.” Jangan beri aku sejuta kilah untuk tak berbuat apa-apa. Beri aku satu saja, satu alasan untuk melakukan yang aku mampu.

Ayuh Sahabat2, Syabab2, Muslimin Muslimat, Apakah yang kita telah lakukan untuk mangsa2 di Palestin? Ayuh segera bangkit menerobos tembok kematian yang telah menjadi agenda Zionis Israel untuk menakluk kota suci Palestina. Sebuah tembok Kezaliman, kejahatan, kebinatangan, kerosakan, Kebinasaan dan Penjajahan yang ingin dicapai oleh Israel Zionis. Melampau!

Seandainya bila kita tidak mampu untuk pergi ke medan jihad, seandainya bila kita tidak mampu untuk mengorbankan duit makanan kita untuk membalut luka para korban perang, seandainya bila kita tak mampu untuk berkata-kata melihat penderitaan rakyat Palestin, tetapi ingin membantu.

Cukuplah dengan memasang poster/ banner seperti dibawah ini di facebook, sidebar blog anda sebagai bentuk kepedulian, keperhatinan dan sokongan terhadap Palestin.





It’s better than nothing. Itu lebih baik daripada tidak melakukan sesuatu sama sekali. Iya kan?
Category: ,
Reactions: 

0 tautan hati: