Wanita DiCipta Untuk Dilindungi

Dengan Nama Allah, Tuhan kami seluruh alam, Selaut kasih buat kekasih Allah yang setiap masa bersakit dalam menyampaikan wahyu-Nya, Salam rindu buat para sahabat2 yang saya kasihi sekalian.


Tersedu, tersentak, rimas dan rasa boring apabila Berita Harian hari ini mengeluarkan article yang sudah berkali2 ditayangkan di dada2 akhbar mengenai guru disyaki merogol pelajar perempuan. Guru, sebagai pendidik bangsa yang terlibat dalam masalah seksual. Itu guru, apatah lagi pekerja2 lain. Tidak lain tidak bukan demi untuk memenuhi nafsu2 yang tidak pernah puas. Nauzubillah.. Sebak apabila melihat keadaan masyarakat Sebangsa dan Seagama kita di tindas. Wanita dirogol, diliwat, dijadikan pelacuran, diperjudikan, diperhambakan. Itukah valuenya seorang wanita? Masyarakat palestina tentu akan berasa sedih apabila melihat negara2 Islam menzahirkan agenda2 luar dari batasan Islam. Semoga kita masih dipelihara oleh Allah SWT.


Allah SWT tidak menciptakan wanita dari kepala lelaki untuk dijadikan atasannya. Tidak juga Allah SWT ciptakan wanita dari kaki lelaki untuk dijadikan bawahannya. Tetapi Allah menciptakan wanita dari tulang rusuk lelaki, dekat dengan lengannya untuk dilindunginya, dan dekat dengan hatinya untuk dicintainya.

Allah tidak menciptakan wanita sebagai komplementar atau sebagai barang substitusi apatah sekadar objek buat lelaki. Tetapi Allah menciptakan wanita sebagai teman yang mendampingi hidup Adam tatkala kesepian di syurga. Juga Allah ciptakan wanita sebagai pasangan hidup lelaki yang akan menyempurnakan hidupnya sekaligus sebab lahirnya generasi, disamping tunduk dan beribadah kepada Allah tentunya.

Tetapi mengapa tetap sahaja ada lelaki yang tunduk di bawah kaki wanita. Mengemis cintanya, berharap kasih sayangnya dengan menggadaikan kepemimpinan, bahkan kehormatan dan harga dirinya.

Wanita dipuja bagaikan dewa, disanjung bagai Dewa Cinta, yang banyak menyebabkan lelaki buta mata, buta telinga, bahkan buta mata hatinya. Namun ada juga yang menganggap rendah wanita. Wanita dinista, dihina. Kesuciannya dijadikan objek yang tidak bernilai harganya. Tenaganya dieksploitasi bagaikan kuda. Kelembutannya dijadikan transaksi murahan yang tak seimbang valuenya.

Wanita dijadikan sekadar pemuas nafsu belaka, bila habis madunya, dengan sesukanya di buang ke bakul sampah, atau dianggap sandal jepit yang tidak berguna.

Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda: Allah berfirman pada Hari Kiamat, “Dimanakah orang-orang yang saling mencintai kerana keagungan-Ku pada hari ini? Aku akan menaungi mereka dalam naungan-Ku pada hari yang tiada naungan kecuali naungan-Ku.” (HR. Muslim)



Jika wanita itu adalah ibu kita, kakak atau adik peremp
uan kita, dan anak kita, relakah kita melihat mereka menjajakan diri di gelapnya malam yang mencekam. Relakah kita melihat mereka membanting tulang mengumpulkan ringgit atau real dengan mayat terbujur kaku sebagai risikonya?

Jika wanita itu adalah ibu kita, kakak atau adik perempuan kita, dan anak kita, relakah kita membiarkannya seperti sebatang jasad hidup yang tidak memiliki nilai gunanya?

Jika wanita itu adalah ibu kita, kakak atau adik perempuan kita, dan anak kita, relakah kita membiarkannya bebas, liar, ganas, tidak berpendidikan, bodoh, dunggu, hanya karena ketidakmampuan ayah memberi nafkah, karana ketidakmampuan kita medidik dan mencintainya, karena ketidakmampuan kita melindunginya, sebagaimana Allah menciptakan wanita dari tulang rusuk laki-laki, dekat dengan lengannya untuk dilindunginya, dekat dengan hatinya untuk dicintainnya.

Ia tetap wanita, yang diciptakan Allah SWT dengan segala kelebihan dan kekuranganya. Tidak mampu manusia dengan akalnya yang kerdil ini mengganti kedudukannya apa lagi fitrahnya.

Ia bagaikan sekuntum bunga terpelihara, tidak semua kumbang mampu menghisap madunya. Lemah lembutlah dalam memperlakukannya, kerana kalau tidak, ia boleh seganas serigala.

"Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya adalah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri , supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya , dan dijadikan-Nya diantara kamu rasa kasih sayang .Sesungguhnya pada yang demikian itu benar- benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir. “ - ArRum:21

Category: ,
Reactions: 

0 tautan hati: