CHAT @ Berborak tanpa bersemuka

Dengan nama Allah, Tuhan kami sekalian alam. Salawat dan salam ditujukan buat pemuda yang berjiwa mulia, Rasulallah SAW dan para rakan2 cyber yang dikasihi, dihormati dan disegani sekalian.

Sebelum saya masuk ke part core, disini saya nak mengajak para sahabat semua untuk senantiasa sedekahkan doa buat saudara2 kita di Palestina, iraq, Afghanistan, Pakistan, Somali dan negara2 Islam lain supaya mereka sentiasa mendapat pertolongan dan perlindangan dari Allah SWT.

intro sikit


Alhamdulillah.. Semalam kami Geng2 Sponsorship yang diketuai adik Biro, Encik Aliff, telah pun berjaya mencari sponsor terjah pertama untuk satu program besar berkenaan dengan Palestina di MMU. Jadi dalam proses pencarian dana itu, selain kami mendapat sponsor kewangan, kami juga mendapat sponsor tazkirah dari makcik restoran yang mengambil masa kira2 setengah jam(hehe maklumlah kami ni budak2 nakal).



Antara kata2 hikmat yang masih saya ingat.

"negara kita Malaysia pun sebenarnya ditindas, lihatlah zombie2 kat belakang tu(station bas lama), itu semua orang melayu, orang kita, bangsa kita!"

"Apa yang kamu dapat kalau kamu dapat buat program tu?" saya balas " Walaupun kami tidak dapat menolong dengan memberikan sumbangan dana direct to Gaza, tetapi kami cuba memberikan sumbangan pemikiran seperti ceramah, pameran untuk menyedarkan Masyarakat Melaka terutamanya remaja2 yang merupakan permata Bangsa dan juga agama supaya mereka mengambil tahu dan dihati2 mereka terdetik rasa kasihan buat saudara2 nya di palestina, dan dengan itu mereka mungkin akan berubah, InsyaAllah"

Bak kata pak Sukarno, "Jika diberikan aqu 10 orang pemuda, akan aqu gegarka
n dunia!"

Dan banyak lagi tazkirah2, peringatan2, permata2 yang kami dapat(hehe)..

"Untuk Mu jiwa2 kami, darah2 kami dan peluh2 kami, Al-Aqsa yang tercinta"

************************************************************************************

Ok back to point..


Chatting?? mungkin ramai yang tahu apa itu chatting. Lagi2 apa
bila kita menjadi mahasiswa/i di Universiti. Chatting menjadi amalan harian kita. Ada sesetengah tu baginya chatting merupakan sebahagian dari hidupnya, bak katanya "No Chatting No Life"(amboi dahsyat tetapi ianya cerita benar).

Semalam saya ada terbaca satu article berkenaan dengan Chatting antara siswa-siswi kerana Chatting ini boleh menjadi suatu yang baik dan juga boleh ianya jadi suatu yang buruk.

Disini saya hendak kongsi satu artikal dari sahabat alam maya saya Agus Nizami atas tulisannya di Syiar islami. Artikalnya begitu menyentuh hati2 saya.

Semoga ianya dapat member manfaat pada diri kita dan terutamanya diri saya yang kadang2 tu lalai dalam melakukan suatu perkara(ohhh).



Sesungguhnya chatting (ngobrol melalui internet), hukumnya sama dengan ngobrol/berbicara biasa. Allah dan RasulNya sudah memberikan panduan.

Dalam chatting, hendaknya kita menyadari, bahwa segala ucapan/tulisan kita, tetap diawasi oleh Allah SWT dan juga Malaikat Raqib dan Atid. Oleh karena itu, jagalah ucapan kita.

“Tiada suatu ucapan pun yang diucapkan melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir.” (QS. Qaaf: 18)

Hendaknya kita selalu mengucapkan kata-kata yang baik.

Rasulullah saw. menganjurkan mukmin memilih diam daripada sekadar bicara.

Dari Abi Hurairah r.a., Rasulullah saw bersabda, “Siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaklah ia selalu berkata baik atau hendaklah ia diam.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Surah Fushshilat ayat 33. “Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh dan berkata, ‘Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri.”

Hendaknya pembicaran selalu di dalam kebaikan. Allah berfirman yang artinya:

“Tidak ada kebaikan pada kebanyakan bisik-bisikan mereka, kecuali bisik-bisikan dari orang yang menyuruh (manusia) memberi sedekah atau berbuat ma`ruf, atau mengadakan perdamaian diantara manusia”. (An-Nisa: 114).

Janganlah kita mengucapkan kata-kata yang kotor/kasar, sehingga berdosa karenanya.

Rasulullah saw bersabda, “Ada hamba yang mengucap satu kalimat tanpa ia pikir baik-buruknya kalimat itu, menyebabkan ia tergelincir ke dalam neraka, yang lebih jauh daripada antara timur dan barat.” (HR. Bukhari dan Muslim)

“…Dan sesungguhnya ada orang yang mengucapkan satu kalimat yang membuat murka Allah, yang tanpa ia sangka akan sampai sedemikian rupa, kemudian Allah mencatat dalam kemurkaanNya sampai hari ia bertemu denganNya.” (HR. Malik)

Rasululah s.a.w. bersabda; “Puasa itu bagaikan perisai, maka apabila seseorang kamu berpuasa, jangan berkata kotor dan jangan berkata kasar. Jika seseorang mencacinya atau menyerangnya maka hendaklah dia mengatakan. Aku ini puasa.” - Sahih Bukhari

Terkadang chatting/ngobrol membuat kita lupa waktu atau kecanduan. Ada istri yang sampai cerai dari suami karena chatting sampai berjam-jam setiap harinya. Ada pula pekerja yang akhirnya pekerjaannya jadi tidak beres karena kecanduan chatting. Sesuatu yang berlebihan, meski halal, tetap tidak baik.

Dari Ibnu Umar berkata, Rasulullah saw bersabda, “Janganlah kalian banyak bicara selain berdzikir kepada Allah Ta’ala, karena hal itu akan membuat hati menjadi keras. Dan sesungguhnya manusia yang paling jauh dari Allah Ta’ala adalah orang yang berhati keras.” (HR. Turmudzi)

Jika pembicaraan chatting tersebut bukan untuk menuntut ilmu atau untuk memecahkan solusi pekerjaan yang bermanfaat, tapi hanya obrolan tidak berguna, sebaiknya kita tinggalkan hal itu.

Rasulullah menyatakan:

“Termasuk kebaikan islamnya seseorang adalah meninggalkan sesuatu yang tidak berguna”. (HR. Ahmad dan Ibnu Majah).

Sebaiknya dalam chatting, kita meninggalkan perdebatan yang tidak berguna.

Rasulullah bersabda: “Aku adalah penjamin sebuah istana di taman surga bagi siapa saja yang menghindari bertikaian (perdebatan) sekalipun ia benar; dan (penjamin) istana di tengah-tengah surga bagi siapa saja yang meninggalkan dusta sekalipun bercanda”. (HR. Abu Daud dan dinilai hasan oleh Al-Albani).

Janganlah kita menggunjing, mengadu domba, atau mengolok-olok seseorang/kelompok ketika chatting. Allah berfirman yang artinya:

“Dan janganlah sebagian kamu menggunjing sebagian yang lain”.(Al-Hujurat: 12).

Allah berfirman yang artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, janganlah suatu kaum mengolok-olokan kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olokan) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olokan), dan jangan pula wanita-wanita (mengolok-olokan) wanita-wanita lain (karena) boleh jadi wanita-wanita (yang diperolok-olokan) lebih baik dari wanita (yang mengolok-olokan). (Al-Hujurat: 11).

Chatting antara pria dan wanita yang bukan muhrimnya ada batasnya. Janganlah seorang pria dan wanita chatting hanya berdua saja. Sebaiknya di temani muhrimnya. Jika hanya berdua saja, maka hilanglah rasa malu, dan bisa terjerumus ke dalam zina.

Rasulullah SAW bersabda yang artinya : “’Tidaklah laki-laki dan perempuan berkhalwat (berdua-duaan) kecuali yang ketiganya adalah setan”.(Hr Tirmizi)

Selain haram mengucapkan kata-kata kotor, juga jangan mendekati zina dengan melontarkan kata-kata rayuan antara pria dan wanita yang bukan muhrimnya.

FirmanNya, “Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu pekerjaan yang keji dan suatu jalan yang buruk.” (QS 15:32)

Apa lagi jika chatting itu kemudian dilanjutkan dengan temu darat dan bersentuhan.

Rasul SAW bersabda yang artinya : “Sekiranya ditusukkan jarum besi ke kepala salah seorang diantara kamu, itu lebih baik dari pada ia menyentuh wanita yang tidak halal baginya”. (HR At-Thabroni dan Baihaqi dari mi’qol bin yasaar)

Pada saat chatting dengan webcam dengan pria yang bukan muhrimnya, haruslah wanita tersebut mengenakan jilbab, karena dia bisa terlihat oleh lawan chattingnya.

Firman Allah yang artinya : “Katakanlah kepada wanita yang beriman : “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak daripadanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudungnya kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasanya, kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putra-putra mereka, atau putra-putra suami mereka, atau saudar-saudara leleki mereka, atau putra- putra saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak- budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak memiliki keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kaki mereka agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung”. (Qs 24 : 31).

Sabda Nabi : Dua golongan ahli neraka yang aku belum pernah melihat keduanya… (dan beliau menyebutkan) : Para wanita yang memakai pakaian tetapi telanjang, mereka menyimpang dari jalan yang benar dan memperlihatkan kejelekan mereka kepada orang lain, kepala mereka seperti punuk unta yang miring mereka tidak akan memasuki surga, dan mereka tidak akan mendapatkan bau surga, sesungguhnya bau surga tercium dari jarak perjalanan sekian dan sekian. (HR. Muslim).

Ketika kita chatting, bisa jadi kita tidak tahu lawan bicara kita. Bisa saja seorang pria menyamar sebagai wanita atau sebaliknya, atau orang yang jahat berlagak seperti orang bijak. Di AS, ada pria yang membunuh wanita teman chatting-nya setelah melakukan temu darat. Oleh karena itu, kita harus lebih ekstra hati-hati.

Sebaliknya, ada seorang pria Texas yang masuk Islam, karena chatting berdiskusi tentang Islam. Dia bertanya, ketika pemboman WTC terjadi, apakah ummat Islam yang melakukannya? Itu begitu sadis, karena banyak wanita dan anak-anak yang jadi korban. Ketika dijelaskan bahwa Islam adalah agama yang damai, melarang ummatnya memerangi ummat yang berdamai/bersahabat dengan ummat Islam, hanya berperang untuk bela diri, dan segera berdamai ketika musuh meminta damai, serta konsep Ketuhanan Islam, akhirnya dia masuk Islam.

Begitu pula, saya dulu hampir tiap hari chatting dan berdiskusi tentang Islam dengan seorang kawan dari Malaysia, Muhammad Yakob namanya. Sekarang saya mengistirahatkan YM saya, karena khawatir, waktu banyak terbuang karenanya.

Jadi chatting bisa halal dan bisa juga haram, tergantung cara kita memakainya. Dengan panduan di atas, semoga kita bisa lebih berhati-hati, sehingga chatting yang kita lakukan, senantiasa dalam rangka beribadah/dzikrullah kepada Allah SWT.

Semoga tulisan ini bermanfaat bagi kita semua.

Agus Nizami

Wallahualam
Category:
Reactions: 

0 tautan hati: